 |
| Suami Tega Membakar Istri |
ViralKenari- Purwanto (35), pelaku kasus suami bakar istri di Surabaya hingga kini masih menjadi buronan polisi.
Terbaru, mertua Purwanto, Sumiyati (40), yang berada di lokasi kejadian kasus suami bakar istri memberikan kesaksiannya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa suami bakar istri ini terjadi di sebuah kamar kos, kawasan Ketintang Baru, Gayungan, Surabaya, Selasa (15/10/2019).
Adalah Purwanto (35) asal Pati, Jawa Tengah yang membakar istrinya sendiri, Putri (25) asal Parengan, Tuban.
Diketahui, Purwanto dan Putri adalah pengantin baru.
Mereka baru mengarungi bahtera rumah tangga selama 1,5 bulan.
Peristiwa berawal saat Putri dan ibunya, Sumiyati dan cucunya mendatangi Purwanto di kos-kosannya.
Saat itu Sumiyati menemani anak dan cucunya berkemas untuk pulang sementara ke Tuban.
Namun, ia menyebutkan, Putri sempat adu mulut dengan Purwanto.
Sumiyati memang disebut ada di luar kos saat kejadian Purwanto membakar Putri.
Setelahnya, ia mendengar teriakan Putri.
"Saya dengar anak saya teriak 'Mama'. Saya lihat api sudah membakar anak saya (di dalam kamar kos)," kata Sumiyati saat ditemui di IGD RSUD Dr Soetomo, Selasa.
Melihat kondisi anaknya yang terbakar, Sumiyati mengaku mengaku campur aduk, ia panik menolong anaknya sembari menggendong cucu.
"Saya lihat api menyala di kepala anak saya, tak suruh ke kamar mandi. Saya panik gendong cucu. Awalnya cucu nggak nangis, lihat Mamanya nangis ikut nangis," lanjutnya.
Sumiyati mengaku tak tahu bahan bakar apa yang digunakan menantunya untuk mencelakai anak sematawayangnya.
"Saya nggak tahu (bahan) yang dipakai, saya masuk dia (Purwanto) kabur pakai motor," ungkapnya.
Sumiyati menduga peristiwa tersebut sudah direncanakan menantunya, sebab saat ia mengantar anak dan cucunya, dirinya melihat menantu seperti menunggu kedatangan mereka.
"Saya bawa anak-cucu ke RSI Wonokromo naik becak. Anak saya ngeluh 'panas Ma, panas'. Saya juga disuruh ke kantor polisi. Mondar-mandir sendirian. Saya ngurus sendiri," tuturnya.
Tak lama kemudian Putri kemudian dirujuk ke RSUD Dr Soetomo.
Tabiat Purwanto
Sementara itu, tabiat dan perlaku Purwanto selama menjadi suami Putri sejak Agustus 2019 juga diungkap oleh Sumiyati.
Sumiyati mengatakan rumah tangga putrinya kerap dibumbui pertengkaran.
Purwanto, yang merupakan pedagang jus, disebutkan Sumiyati adalah pria yang cemburuan.
"Anakku sering dikekang, mantuku cemburuan. (Putri) nggak boleh pegang HP, sering dicurigai," katanya.
Putri rupanya kerap mengadukan permasalahan yang kerap menimpa keluarga kecilnya kepada Sumiyati.
Sehari-hari Sumiyati bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Sumiyati mengaku tak memiliki cukup biaya untuk membayar perawatan anaknya di rumah sakit.
Belum lagi, Putri diperkirakan akan menjalani operasi.
"Gaji saya cukup untuk makan. Saya nggak tahu ini harus gimana bayarnya," akunya.
Kondisi Putri
Hingga Selasa malam, Putri masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo.
Humas RSUD Dr Soetomo dr Pesta Parulian mengatakan, pasien mengalami luka bakar di bagian wajah, dada bagian napas, tangan kiri dan kaki kiri.
"Kondisinya saat ini kita tidurkan karena kami curiga ada satu luka bakar yang sampai ke saluran napas. Kita amankan dulu jalan napasnya," kata dr Pesta Parulian,
Pemeriksaan awal menyebut, presentasi luas luka bakar 16 persen dengan grit B namun hal tersebut dapat berubah saat proses pencucian dan kebutuhan cairan tubuh pasien.
"Nanti akan berubah setelah pencucian, dihitung lagi luas area terbakar dan seberapa dalam luka bakar yang diderita. Yang terpenting menstabilkan luka bakarnya seperti kehilangan cairan yang diakibatkan luka bakar," jelasnya.
Pihaknya menyebut kondisi pasien stabil namun dalam perhatian, khususnya menghindari jalan napas terhirup hawa panas.
"Stabil dalam artian perlu perhatian karena jalan napas bengkak dan luka di wajah sampai dada," ucapnya.
Penanganan luka bakar, dikatakan dr Pesta Parulian, akan dilakukan pencucian luka, penghitungan kehilangan cairan tubuh untuk mengetahui berapa persen kedalaman dan luka bakar yang dialami pasien.
"Segera kami cuci untuk menghindari infeksi yang terjadi," tutup dr Pesta Parulian. (Nur Ika Anisa/Luhur Pambudi).