Senin, 30 September 2019

Seorang Aparat Telah Menganiaya Satu Orang Saat Kerusuhan Terjadi di Sekitar Senayan



Harian Kenari-  Beberapa orang terluka saat terjadinya kerusuhan aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta , Minggu lalu.

Data Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras), sebanyak 87 orang yang telah menjadi korban kekerasan.

Salah satunya yang dialami oleh mahasiswa Universitas Bung Karno, Jakarta yang berinisial AD.

AD  terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit Jakarta karena mengalami kekerasan saat aksi unjuk rasa pada hari Selasa (24/9/2019) lalu.

Kakak AD yang bernama Novica Sari ini menjelaskan bahwa kepala adiknya harus dijahit karena terluka. Bukan hanya itu, ternyata terdapat pula luka yang lainnya seperti memar yang ada di sekujur tubuhnya.

"Kata dokter juga AD seperti dipukul benda tumpul dibagian kepalanya. Ada juga bekas injekkan pasir dan pukulan rotan," seru Novica ( Senin 30/9/2019).

Walau keadaannya semakin membaik, AD terkadang masih merintih kesakitan.

Novica pun bercerita, melalui pengakuan adiknya, waktu itu AD ke Gedung DPR hanya untuk melihat suasana aksi sepulang kuliah pada pukul 17.00 WIB.

"Adik saya ini kepo sekali, emangnya dia fikir udah selesai demonya makanya dia mau lihat kesana! Dia memakirkan motornya di JCC ( Jakarta Convention Centre ) setelah itu dia menyimpan almamaternya di dalam tas," ujar Novica.

Setelah memarkirkan di JCC, AD itu berjalan kearah Slipi,Jakarta Barat. Namun saat sudah tiba di Slipi, gas air mata sudah ditembak oleh polisi.


Kemudia AD melihat ada salah satu kabel yang korsleting dan mengeluarkan api. Ia jadi khawatir terjadi sesuatu sampai ia melaporkan hal itu ke polisi yang ada didekatnya.

"Dia bilang ke polisi itu kalau ada korsleting. Eh malah dia yang ditarik oleh aparat itu," tambahnya.

Novica juga bilang kalau adiknya dipukuli oleh aparat itu dari belakang lalu AD ditarik ke arah toko-toko yang ada di Slipi.

Polisi juga ikut memeriksa tas AD yang isinya almamater dan buku-buku pelajaran.

"Tetapi polisi itu tetap tidak percaya sama penjelasan adik saya, dia malah disuruh buka baju terus dia dipukulin pake rotan," ucapnya.

Selain itu, kepala adiknya sempat diinjak dan dipukul dengan menggunakan tongkat yang biasa dibawa aparat.

AD saat itu terjatuh lemas dan pingsan. Sesudah itu, AD dibawa ke rumah sakit Jakarta oleh teman kampusnya.

"Saya terkejut banget saat di telpon sama temennya adik saya mengenai keadaannya. Apalagi Ibu saya syok banget saat melihat adik saya udah lemas," kata Novica.

Ia mengatakan bahwa kasus ini akan dilaporkan mengenai kejadian yang menimpa adik saya ini ke Mabes Polri dan ke Komnas HAM.

Aksi demonstrasi di Kompleks Parlemen Senayan sudah berlangsung sejak hari Senin sampai hari Rabu lalu.

Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa pada hari Senin-Selasa, sementara para pelajar berdemo pada hari Rabu.




0 Comments:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes