Senin, 07 Oktober 2019

Ditemukan Mayat Seorang Wanita Dalam Karung Perlahan Terbongkar, Suami Sempat Hilang Namun Kini Menyerahkan Diri



Harian Kenari News-  Suami wanita yang ditemukan tewas dalam karung disaluran irigasi Dusun Padang, Kecamatan Mapili, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini akhirnya menyerahkan diri setelah sempat dikabarkan menghilang beberapa hari.

Suami JM  menyerahkan diri ke Makodim 1402 Polmas , "Sersan Novri", Minggu (6/10/2019).

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa Novri merupakan anggota TNI Kakodim 1402 Polmas. Novri yang disebut-sebut menjadi saksi utama atas kematian istri sirinya itu. Keberadaan Novri tidak diketahui sejak tewasnya JM. JM ditemukan tewas pada Jumat (4/10/2019).

Dikutip Tribunnews Bogor dari Kompas.com, Novri sekarang  telah menyerahkan diri ke Makodim 1402 Polmas yang di dampingi oleh seorang saudaranya.

Sementara itu Dandim 1402 Polmas, Letkol Hari Purnomo mengatakan bahwa Novri tidak hanya terlibat dalam kasus nikah siri, tapi juga mengait kasus desersi yang konsekuensinya berupa pemecatan yang tidak terhormat dari kesatuannya.

"Hari ini fokus saya adalah dengan menyerahkan diri Novri lebih kepada kasus desersinya," kata Hari, Minggu(6/10/2019). Untuk diketahui , ternyata Novri yang belakangan ini dicari-cari selalu tidak ada saat dipanggil menghadap sidang desersi. Disisi lain Novri juga ternyata pernah mengalami sidang kesatuannya terkait kasus nikah siri dengan JM. Dan Tante JM (Erna) sangat berharap untuk polisi segera mengungkap kasus tersebut.

"Polisi harus menangkap dan mengadili pelaku, karena ini pembunuhan keji yang sangat menyayat dan mengahcurkan perasaan keluarga. Saya berharap juga si pelaku bisa mendapat konsekuensi hukuman yang seberat-beratnya," ujar Erna, saat ditemui di kediamannya , Minggu (6/10/2019).

Sebelum diwartakan, penyebab utama meninggalnya wanita yang ditemukan tewas terbungkus karung dikawasan Dusun Padang, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat perlahan akan terungkap.

Wanita yang berinisial JM(32) itu ditemukan disaluran irigasi pada jumat (4/10/2019) sore. JM ditemukan dalam kondisi yang benar* bukan selayaknya manusia meninggal, tapi ini sudah membusuk dan berulat. Ia diduga kuat menjadi korban pembunuhan. Pasalnya , pihak kepolisian telah menemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang terdapat di tubuh korban JM.


Masalah itu diketahui setelah dilakukannya autopsi Sabtu kemarin di Rumah Sakit Umum Daerah Polewlai Mandar, Sulawesi Barat. Dari hasil autopsi tersebut, tim forensik pun memastikan bahwa JM adalah korban pembunuhan. JM diduga dibunuh oleh pelaku ditempat lain sebelum mayat dibuang disaluran irigasi pertanian di Dusun Padang.

Dokter forensik Polda Sulsel, Denny Mathius mengatakan bahwa autopsi korban beum selesai karena seluruh hasilnya akan diperiksa dilaboratorium forensik Polda Sulsel di Makassar.

"Untuk sementara ditubuh korban JM itu ditemukan sejumlah bekas penganiayaan. Walaupun hasilnya secara keseluruhan baru akan diketahui setelah melalui pemeriksaan di laboratorium forensik," ucap dokter Denny Mathius seperti dilansir Tribun.
 
Suami JM Menghilang

Suami JM, N tidak diketahui keberadaannya sejak penemuan mayat korban. Sementara itu JM diketahui menghilang sebelum ditemukan tewas sejak beberapa hari. Padahal N disebut menjadi saksi utama atas kematian JM. Hal itu disampaikan ibu kandung JM, Upo saat dikonfirmasi.

Suami JM diketahui terakhir kali meninggalkan rumah mertuanya di Keluarahan Siodadi, Kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar dari hari Selasa lalu.

Ia keluar dari rumah dengan JM menggunakan motor. Walau seperti itu, ternyata R sempat juga pulang kerumah mertuanya tanpa membonceng JM. Upo mengakui jika hubungan dengan N tidak harmonis dengan JM dari awal menikah secara siri beberapa bulan yang lalu.

Sempat juga pulang kerumah mertuanya, N langsung masuk kamar milik pribadinya sendiri karena memang tidak berkomunikasi dengan anggota keluarga JM yang lainnya. Upo mengatakan bahwa dia tidak banyak berbicara dengan N karena selama ini dia memang tiadk merestui pernikahan N dan JM secara siri.

Dihari Rabu itu, N diketahui membawa semua pakaian dan barang pribadinya. Sejak saat itu, keluarga JM kemudian mencari JM lantaran tidak bisa dihubungi sejak Selasa lalu. "Karena JM bilang hubungannya tidak mungkin lagi dipisahkan ya saya mau gimana ? pasrah saja. Tapi sempat saya katakan bahwa kalau ada masalah internalnya jangan merepotkan keluarga. Mungkin itulah mengapa JM tidak pernah menyampaikan keluhan urusan rumah tangganya kepada keluarga meskipun saya tau banyak diwarnai konflik," jelas Upo.

N suami JM adalah anggota Kodim 1402 Polmas. Sejumlah rekan kerja N di Makodim Polmas juga tidak tau mengenai kabar keberadaan salah satu personil TNI kodim ini. Sumber Makodim menyebutkan selama ini N memang diketahui ada masalah keluarga sejak menikah dengan istri sirinya, JM.

"Kami juga kesulitan untuk mencari tau dimana keberadaanya sekarang karena tidak bisa lagi dia dihubungi," jelas salah satu rekan N kepada wartawan.

Meskipun pihak keluarga menduga suami korban yang berinisial N diduga kuat terlibat dalam kejadian kematian korban JM, tapi pihak kepolisian tidak mau terburu-buru menetapkan N sebagai tersangka.

N sendiri yang sekarang menghilang. Rencananya, pihak kepolisian akan melakukan otopsi jenazah JM untuk memastikan penyebab utama kematian korban itu kenapa. Otopsi akan dilakukan tim puslabtor Polda Sulsael, yang membantu Polres Polman.

"Sampai hari ini pihak penyidik kepolisian Polres Polman belum menetapkan siapa pelaku pembunuhan korban. kita masih menunggu hasil puslabfor Polda Sulsel yang hari ini kan melakukan otopsi jenazah korban," kata Kasat Reskrim Polres Polman AKP Syaiful Isnaeni, Sabtu (5/10/2019).

Kesaksian ibu JM

Duka mendalam masih menyelimuti ibu kandung JM, Upo. Ia masih mengingat akan pertemuan terakhir dengan anaknya JM, yang sebelum dipastikan meninggal dengan mengenaskan terbungkus karung, Jumat(4/10/2019).

Upo menceritakan bahwa anak yang dikenalnya ulet dan penyabar itu masih sempat bersih bersih rumah dan cuci piring di rumah sebelum pamit untuk meninggalkan rumah bersama suaminya Novri, Selasa (1/10/2019) lalu.

"Dia kasihan, masuk sempat mencuci piring, membersihkan rumah sebelum saya lihat terakhir kali Selasa lalu," kata Upo, sambil berusaha menyeka air matanya yang sembab, Sabtu (5/10/2019). Dimata Upo, anaknya JM adalah perempuan yang ulet , yang mandiri sejak kecil. Sebelum meninggal JM sendiri dikenal sebagai pengusaha chatering online yang memiliki banyak channel pelanggan.

Upo menceritakan, ketika sejumlah tetangganya terkejut melihat foto jasad JM yang dipost atau di unduh warganet di media sosial. Alasannya, selama ini anaknya baik-baik saja. Meskipun ia mengaku bahwa rumah tangga anaknya itu penuh konflik dan kekerasan rumah tangga.

Meski JM sering sekali terlibat cekcok dengan suami sirinya, Novri yang sekarang sedang dicari polisi karena menjadi saksi utama atas meninggalnya korban JM, namun Upo tidak pernah menyangka kalau anaknya harus mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis seperti yang ia saksikan sendiri dirumah sakit.

"Saya tidak pernah menyangka kalau ada orang yang tega menghabisi anak saya dengan cara yang sangat menyayat hati, kejadiannya tragis karena ditemukan tewas didalam karung," tutur Upo. Dan Ia pun berharap kalau Polisi bekerja dengan Profesional untuk menangkap siapa pelaku yang tega membunuh anaknya tersebut.


Minggu, 06 Oktober 2019

Ditemukan Tewas Dalam Rumah, Polisi dan Istrinya Ada Luka Tembak


Serdang Berdagai-  Polisi Polres Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut) ditemukan tewas bersama istrinya di kediaman mereka. Ada bekas luka tembak yang ditemukan di mayat mereka.

Keduanya ditemukan tidak bernyawa lagi dirumahnya yang berada di Dusun VI, Desa Lidah Tanah, Perbaungan, Serdang Bedagai, Minggu (6/9/2019) dini hari.

Menurut informasi yang dihimpun, ada suara letusan senjata api yang sempat terdengar di lokasi.

"Iya benar," kata Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Hendro Sutarno saat dikonfirmasi tentang peristiwa tersebut.

Jenazah Aiptu Pariadi dan istrinya, Fitri, saat ini dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Belum ada informasi yang jelas dan rinci mengenai asal mula luka tembak yang ada di tubuh mereka.


Jumat, 04 Oktober 2019

Pengangguran yang Berumur 60 Tahun ke Atas Juga Bisa Dapat Gaji dari Jokowi


Berita- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan insentif kepada pengangguran mulai dari tahun 2020. Insentif yang di maksud tersebut akan diberikan melalui kartu Pra Kerja.

Ada beberapa persyaratan untuk memperoleh Kartu Pra Kerja ini adalah Warga Negara Indonesia yang diatas usia 18 tahun, sudah lulus SMA/SMK ataupun lulus dengan perguruan tinggi, dan tidak sedang menjalani pendidikan formal apapun.

"Yang penting usia 18 tahun keatas, dan harus WNI. Tidak sedang menjalani pendidikan formal," kata Mentri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/9/2019).

Hanif mengatakan, bahwa tidak ada batasan usia maksimal untuk penerima Kartu Pra Kerja. Sehingga, usia 60 tahun ke atas saja bisa mendapatkan kartu tersebut.

"Ya bisa aja kalau emang dia merasa masih butuh skill, kenapa tidak ? kan kalau misalnya doia umurnya 60 tahun, Tuhan berikan dia kematian pada usia 90 tahun, 30 tahunnya dia gak keraj begitu ? kata hanif

Menurutnya, usia tidak produktif lagi pun masih bisa memperoleh kartu Pra Kerja apabila orangitu masih membutuhkan keterampilan untuk bekerja.

Dan kalau misalnya dia gak punya skill dan dia butuhu kerja, mau dibiarkan mati dia ?" lanjutnya.

Di rakor Kartu Pra Kerja sebelumnya adalah pada tanggal 24 September 2019, Kepala Staf Presiden Moeldoko juga mengatakan hal yang sama. Moeldoko bilang kalau pemerintahan tidak menentukan batas pada umur dalam menjalankan program Kartu Pra Kerja ini.

Rabu, 02 Oktober 2019

Ninoy Karundeng Mengaku Diculik Saat Demo & Disekap Satu Malaman


Harian Kenari-  Pegiat media sosial Ninoy Karundeng mengalami peristiwa penculikan saat melihat aksi demo mahasiswa di depan gedung DPR, Senin (30/9/2019).

Rekan Ninoy bersama dengan relawan Jokowi, Jack Lapian juga menceritakan kalau Ninoy di culik saat berada di dekat masjid daerah pejompongan. Hal itu dia dapat sesudah bertanya dengan Ninoy waktu Ninoy usai dibebaskan pelaku.

"Diamankannya kemarin. Ninoy yang lagi ngeliput demo ditengah massa. Dia ketahuan lagi foto foto terus dan massa ini marah. Sehari harinya juga memang menjadi penulis ya jadi harus ada foto nya biar lebih menarik," kata Jack saat dihubungi Hariankenari- Selasa (1/10).

Emosi para massa tak bisa tertahankan lagi begitu mengetahui bahwa Ninoy adalah relawan Jokowi. Massa pun sudah mengetahui hal itu waktu sesudah mencari tau identitas Ninoy media sosial Facebook.

Sesudah di amuk massa, Ninoy dibawa ke sebuah tempat yang ia yakini adalah tempat Petamburan, Jakarta barat. Ditempat itulah Ninoy di intimidasi seperti dalam video yang beredar.

Setelah semalaman disekap, Ninoypun di pulangkan si pelaku kerumahnya. "Iya sudah dipulangkan tadi pagi. Diantar si pelaku sampai rumahnya," jawab Jack.

Jack mengira kalau ada kesepakatan antara Ninoy dan si pelaku. Karena hal itu yang membuat pelaku awalnya seperti mau menghabisi awalnya nyawa si Ninoy karna memulangkan nya. "Tadinya kan mau dibunuh, hanya sajas gak jadi. Kalau jadi perspektif saya sepertinya pelaku juga takut dilaporin. Mungkin sudah ada kesepakatan antara keduanya. Mungkin ya. Motornya Ninoy juga sudah hancur yakan," kata Jack.

Ninoy Takut untuk Melapor

Jack memberitahukan bahwa Ninoy belum melaporkan kejadian penculikan, penganiayaan dan intimidasi yang ia terima ke aparat berwajib. Alasannya, karena para penculiknya sudah mengetahui rumah pribadinya. Ninoy tidak ingin hal-hal buruk yang dapat menimpa keluarganya.

"Ninoy ga berani lapor polisi, karrena pasti pelaku sudah tau rumahnya dia," kata Jack.

Walaupun begitu, Jack tetap mendorong Ninoy memnuat laporan. Karena Ia khawatir kalau nanti ada Ninoy Ninoy lain.

"Saya sudah bilang jangan pernah takut lapor polisi. Ini bukan karena dia adalah pendukung Jokowi. Tapi ini sudah masuk ke arah Pidana. Karena dicemaskan bila tidak dilaporkan, maka pasti nanti ada Ninoy Ninoy yang harus di hindarkan," tuturnya.

Sesudah melapor biarkan itu menjadi domain polisi mengusut kasus tersebut.

Jack pun mengira tesebarnya video intimidasi terhadap Ninoy dilakukan dari pihak pelaku. Tapi dengan tidak sengaja.
 
"Pihak pelaku yang sebarin mungkin disebar di group WA lalu nocor. Mungkin saja ya,: ujarnya.

Video Ninoy Di introgasi Beredar

Dalam video berdurasi 2 menit 42 detik itu Ninoy kelihatan memang menggunakan kaos yang berwarna hitam dan tengah duduk dengan background dinding berwarna kuning.

Terdengar ia sedang diintrogasi ihwal tentang keberadaanya yang diduga saat itu berada di lokasi demo di DPR. Dan terjadilah seuah percakapan.

Pria : "Kamu datang ke sini dalam kegiatan apa?"
Ninoy : "Saya hanya meliput demo di DPR saja"

Lalu, pria yang tak dikenal menanyakan isi dari laptop milik Ninoy yang bernada marah.

Pria :  kamu emangnya meliput demo terus dalam laptop kamu itu ada unsur-unsur kebencian yang   diarahkan kepada orang-orang yang sangat dekat dengan kita, Tujuannya apa?" 

Lalu Ninoy menjawab bahwa ia khilaf. Tapi sayangnya, jawaban Ninoy malah membuat pria tersebut tak puas. Akibatnya, ia mengeluarkan nada mengancam.

Pria : "Kamu bukan khilaf itu tapi memang kerjaanmu, kalau kalian tidak bekerja seperti itu maka tidak akan makan. dan emang disitu dandangnya kalian, pancinya kalian disitu."

Pria itu lanjut untuk menanyakan Ninoy kalau dia sudah berapa lama kerja sebagai buzzer serta berasal dari jaringan mana.

Saat dijawab Ninoy hanya bekerja sendirian, pria misterius itu naik pitam dan langsung menyebutnya pembebohong.

Pria : "Jangan bohong!! ngaku gak!!!.Aku paling mudah diajak ngomong baik-baik dan paling cepat emosi kalau enggak ngomong baik-baik."

Senin, 30 September 2019

Tanggapan Prilly Latuconsina Mengenai Kabar Putus dengan Maxime Bouttier



Viral- Kembali dikabarkan artis cantik dan imut ini Prilly Latuconsina putus dengan sang kekasih, Maxime Bouttier. Munculnya gosip tersebut karena pria keturunan Prancis itu absen menemani Prilly menjalani promo film terbarunya, Danur 3.

Kabar tersebut di tanggapi dengan reaksi mengejutkan yang ditunjukkan Prilly Latuconsina. Tak membantah, bintang Danur 3 ini meminta kepada publik agar mendoakan kelancaran kariernya dan Maxime.

"Bener gak yaah (putus) ? Kami jalani sebagai........... wah ada deh," kata prilly seperti yang dikutip dari channel YouTube StarPro Indonesia, pada 30 September 2019. Dia menambahkan, "Doakan saja ya yang terbaik untuk kami".

 

Keterangan selanjutnya adalah Prilly mengaku kalau terakhir bertemu Maaxime saat syuting film Danur 3 usai. Tapi dia tidak mau mambahas kenapa mereka tidak bertemu dalam waktu yang lumayan lama.

"Kami telah memutuskan untuk liburan bersama, karena kami sama sama sedang stres sama kerjaan masing-masing. (Bertanya) soal Danur 3 saja ya. Nanti malah fokusnya ke hubungan saya lagi,' ucapnya.

Walaupun tidak bertemu Maxime dalam waktu yang cukup lama, Prilly menegaskan kalau dia dan Maxime nasih sering saling mendukung karier satu sama lain. "Saling support kok, hubungan kami juga baik saja," lanjut Prilly.

Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier yang dikabarkan putus itu malah semakin diperkuat di media sosial. Maklum, semenjak menjalin hubungan pada Desember 2017 lalu keduanya dikenal romantis.

Terakhir kali Prilly dan Maxime mengunggah kebersamaan mereka adalah pada tanggal 18 Juli 2019. Waktu itu Prilly seperti tampak sedang mencicipi makanan sementara Maxime itu hanya tersenyum disampingnya.

Kabar putus ini memang bukan pertama kali berembus. Pada perayaan Idul Fitri Juni lalu, Prilly juga sempat mengklarifikasi kabar itu kepada awak media. “Sudah biasa dikabarkan putus. Bagi kami, pacaran itu dibawa senang saja. Untuk apa dibikin sedih dan ribet?



Seorang Aparat Telah Menganiaya Satu Orang Saat Kerusuhan Terjadi di Sekitar Senayan



Harian Kenari-  Beberapa orang terluka saat terjadinya kerusuhan aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta , Minggu lalu.

Data Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras), sebanyak 87 orang yang telah menjadi korban kekerasan.

Salah satunya yang dialami oleh mahasiswa Universitas Bung Karno, Jakarta yang berinisial AD.

AD  terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit Jakarta karena mengalami kekerasan saat aksi unjuk rasa pada hari Selasa (24/9/2019) lalu.

Kakak AD yang bernama Novica Sari ini menjelaskan bahwa kepala adiknya harus dijahit karena terluka. Bukan hanya itu, ternyata terdapat pula luka yang lainnya seperti memar yang ada di sekujur tubuhnya.

"Kata dokter juga AD seperti dipukul benda tumpul dibagian kepalanya. Ada juga bekas injekkan pasir dan pukulan rotan," seru Novica ( Senin 30/9/2019).

Walau keadaannya semakin membaik, AD terkadang masih merintih kesakitan.

Novica pun bercerita, melalui pengakuan adiknya, waktu itu AD ke Gedung DPR hanya untuk melihat suasana aksi sepulang kuliah pada pukul 17.00 WIB.

"Adik saya ini kepo sekali, emangnya dia fikir udah selesai demonya makanya dia mau lihat kesana! Dia memakirkan motornya di JCC ( Jakarta Convention Centre ) setelah itu dia menyimpan almamaternya di dalam tas," ujar Novica.

Setelah memarkirkan di JCC, AD itu berjalan kearah Slipi,Jakarta Barat. Namun saat sudah tiba di Slipi, gas air mata sudah ditembak oleh polisi.


Kemudia AD melihat ada salah satu kabel yang korsleting dan mengeluarkan api. Ia jadi khawatir terjadi sesuatu sampai ia melaporkan hal itu ke polisi yang ada didekatnya.

"Dia bilang ke polisi itu kalau ada korsleting. Eh malah dia yang ditarik oleh aparat itu," tambahnya.

Novica juga bilang kalau adiknya dipukuli oleh aparat itu dari belakang lalu AD ditarik ke arah toko-toko yang ada di Slipi.

Polisi juga ikut memeriksa tas AD yang isinya almamater dan buku-buku pelajaran.

"Tetapi polisi itu tetap tidak percaya sama penjelasan adik saya, dia malah disuruh buka baju terus dia dipukulin pake rotan," ucapnya.

Selain itu, kepala adiknya sempat diinjak dan dipukul dengan menggunakan tongkat yang biasa dibawa aparat.

AD saat itu terjatuh lemas dan pingsan. Sesudah itu, AD dibawa ke rumah sakit Jakarta oleh teman kampusnya.

"Saya terkejut banget saat di telpon sama temennya adik saya mengenai keadaannya. Apalagi Ibu saya syok banget saat melihat adik saya udah lemas," kata Novica.

Ia mengatakan bahwa kasus ini akan dilaporkan mengenai kejadian yang menimpa adik saya ini ke Mabes Polri dan ke Komnas HAM.

Aksi demonstrasi di Kompleks Parlemen Senayan sudah berlangsung sejak hari Senin sampai hari Rabu lalu.

Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa pada hari Senin-Selasa, sementara para pelajar berdemo pada hari Rabu.




Beberapa Pelajar dan Anak Punk pun Mengikuti Demo di Depan DPRD Salatiga



Harian Kenari. Salatiga-  Aliansi Salatiga kembali bergerak untuk menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Salatiga, Senin (30/9/2019).

Yang terdiri dari aksi gabungan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), STIE AMA dan IAIN Salatiga, ini juga banyak pengikutnya terdiri dari puluhan anak punk.

Salah satu anggota dari anak punk yang ikut  berorasi, Yuka menyoroti tindakan represif aparat dan pasal pemindanaan gelandangan.


"Negara yang terlalu ikut campur tangan dalam urusan pribadi rakyatnya. Sementara, hal yang menguras kekayan negara malah diserahkan pada korporasi hingga kapitalisme menggurita," katanya.

 Menurutnya, di dalam era pemerintahan, sekarang ini Pasal 33 UUD 1945 yang seharusnya melindungi dan menyejahterakan rakyat ini malah dimanfaatkan oleh segelintir pemodal. Akibatnya, ketimpangan ekonomi menjadikan kesenjangan sosial semakin dalam.

"Sementara, kalau masyarakat menyuarakan aspirasinya, intimidasi dan kekerasan ini membayangi sehingga mereka jadi korban," tegasnya.

Selain itu, Salah satu seorang pelajar SMK asal salatiga ini juga ikut dalam aksi tersebut.

"Saya mau belajar untuk berdemokrasi secara langsung. Apalagi kegiatan ini sesuai dengan aspirasi saya," ucap Kristian Prabowo.

Dia juga mengaku libur sekolah ini dimanfaatkannya untuk ikut aksi mahasiswa.

Kristian mengatakan, sekarang adalah momentum yang tepat untuk menyuarakan aspirasi rakyat.

"Bukankah saat ini mau ada pelantikan DPR dan presiden? Semoga aspirasi masyarakat didengarkan," harapnya.

Minggu, 29 September 2019

Seorang Pemuda Ditemukan Tidak Bernyawa di Kamar Hotel Legian


Harian Kenari-  Ditemukan seorang pemuda tewas di sebuah kamar hotel di Legian, Kuta, Badung, Bali. Penyebab dari tewasnya pemuda yang bernama Putu Eka Wahyudi (24) itu belum diketahui sampai sekarang.

Pada hari Sabtu (28/9), pukul 23.00 WITA jenazah Eka di temukan. Eka diketahui ternyata tinggal di hotel bersama orang tuanya yang bekerja sebagai staff.

ketika saksi baru saja balik dari kampung di Negara, dan setibanya saksi itu dan keluarganya di kamarnya yang berada di Panorama Cottage | kamar 12 tepatnya di jalan Sriwijaya Legian itu tiba-tiba saksi terkejut saat melihat anaknya/korban sudah terbaring kaku tak bernyawa lagi di tempat tidurnya dan korban tampaknya seperti masih menggunakan headset di telinganya," ucap Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu | Putu Ika Prabawa kepada wartawan, Minggu (29/9/2019).

 Setelah menemukan anaknya yang sudah tak bernyawa lagi, Ayah dari korban tersebut langsung menyampaikan ke security hotel. Orang tua dan security pun sempat menggoyang-goyangkan tubuh Eka tapi apa daya seluruh tubuhnya sudah kaku.

" Posisi korban pada saat ditemukan adalah posisi tidur terlentang di atas tempat tidur , sepasang telinganya terpasang headset yang berwarna putih, dan badan pun sudah mulai membiru. Tanda- tanda untuk kekerasan pada tubuh korban pun tidak ditemukan," jelasnya.

Saat ini mayat korban sudah dibawa ke RSUP Sanglah. Polisi juga sudah memasangkan garis pembatas di sekitar kejadian.




Bocah Yang Bernama Satia Putra, Yang Baru Berumur 7 Tahun ini Berbobot 101 Kg Asal Karawang Meninggal Dunia

Harian Kenari-  Anak yang bernama Satia Putra ini adalah bocah obesitas asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah meninggal dunia. Bocah yang berumur 7 tahun itu meninggal pada Sabtu 28 September kemarin sekitar pukul 22.00 WIB.

" Memang pernah sakit minggu lalu. Anak saya memang sudah mengidap penyakit asma. Pernah diobati di Puskesmas, kemudian dibawa ke Rumah Sakit tapi tidak ada perubahan sama sekali," ucap Komariah, Ibu kandung dari satia pada saat ditemui di rumah duka, Jalan raya Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya kulon, Minggu (29/9/2019).

Pada saat ayahnya Sarli (50) ini sedang sibuk mencari kendaraan untuk bisa membawa Satia ke RS. Karena sang ayah pun juga tidak menemukan mobil pinjaman, Sarli berinisiatif untuk meminjam motor pick-up roda tiga itu untuk membawa Anak yang berbobot 110 Kg itu.

" Ketika motor baru saja selesai dibersihkan, anak saya sudah tidak bernyawa lagi," kata Sarli saat menceritakan detik-detik terakhir anaknya.

Pada saat sekitar 2 bulan lalu , Satia sempat membuat panik, karena di isu kan mengalami obesitas setelah operasi sunat. Berat badannya drastis naik setelah anak itu disunat 4 tahun lalu.


perlahan-lahan berat badan Anak yang berumur 7 tahun itu naik drastis. Sempat berat badannya itu hampir mencapai 100Kg , tubuh Satia saat ini berbobot 97 Kg.
" Sesudah dirawat di RSUD, berat badannya malah semakin naik lagi. Dan sebelum Satia meninggalpun beratnya mencapai 110 Kg," kata sang Ayah ( Sarli ).

Dokter RSUD Karawang sempat menawarkan kepada Orangtua Satia untuk di operasi bariatik atau memotong sebagian lambungnya hanya untuk membuatnya mengurangi mafsu makan. Tetapi kedua orang tua Satia malah menolak. 


Sabtu, 28 September 2019

Siswa SMP dan SMA Diamankan, Karena Di Temukan Obeng dan Besi Oleh Polisi



Harian Kenari- Polisi mengamankan puluhan siswa SMP dan SMA di depan gedung DPR ( Sumatera Utara ), Jalan Imam Bonjol Medan. Dari semua pelajar itu, petugas keamanan menyita obeng dan besi milik anak-anak tersebut.

Pada saat mereka ditanyai, sebagian dari pelajar itu mengaku datang karena diajak seseorang. " Mau lihat demo, pas salat ada yang ajak demo," ujaar AS, salah satu siswa SMA di Medan, Jumat (27/9/2019).

Ketika meereka sampai di depan gedung DPRD Sumut, mereka langsung diamankan polisi. Isi tas mereka diperiksa satu per satu.

Hal yang tak disangka adalah polisi pun menemukan obeng dari salah seorang siswa yang terdapat di tasnya. Saat ditanya polisi, siswa tersebut mengaku obeng itu untuk sepeda motornya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes